Remembering moments, featuring Ditho Sitompoel



Perjalanan pagi ini ditemani dengan suasana Jakarta yang cukup bersahabat menuju ke Utara Jakarta. Pertemuan dengan salah satu lawyer muda ternama di Jakarta dalam topik yang menjadi bagian dari perjalanan berdetik.co yaitu #berdetikPARTNER. Membahas segala esensi yang menjadi perjalanan watch collecting dari individu-individu dengan karakter yang khas di Indonesia. Hadir dengan gaya khasnya, Ditho Sitompoel menyambut berdetik.co di salah satu kantor nya dengan koleksi yang sangat mumpuni di pagi itu. Tentunya hal pertama yang saya perhatikan adalah jam apakah yang berada di wrist Ditho saat itu. Tampilan khas dengan penampakan sekilas berupa vintage HEUER Carrera.

Perjalanan Ditho di dunia horologi diwarnai dengan berbagai pengalaman yang bisa dibilang sebagai a colorful journey. Setiap piece yang dimiliki memiliki makna tersendiri dalam perjalanan hidup ataupun karir Ditho sehingga jam-jam yang dimiliki merupakan jam dengan sentimental value yang kuat. Sebut saja Rolex 1675 yang terlihat sangat sempurna ketika dikenakan dan ditunjukkan kepada saya. Detail-detail seperti keunikan bezel yang masih rapi, dial dan bracelet yang sungguh jarang ditemukan dengan kondisi yang sempurna seperti ini. Tetapi bukan hanya itu, ketika ditanyakan apakah makna Rolex 1675 bagi Ditho sendiri dimana ini adalah pemberian dari istri Ditho sebagai wedding gift mereka beberapa tahun lalu. Jam yang selalu diandalkan ketika berpergian dengan keunggulan GMT function yang sangat berguna setiap waktu.



Beralih kepada piece berikutnya yang berupa Rolex khas dari Mc Queen, The Rolex Explorer II dengan kondisi yang terbilang prima. Dipadukan dengan leather bracelet, jam ini tidak kehilangan rugged feeling yang selalu dipuja-puja oleh Ditho sendiri. Alasan tersendiri yang menjadikan Ditho memiliki piece ini adalah berupa keunikan dan bentukannya yang terlihat rugged namun tetap mewah dan memiliki nilai sejarah tersendiri seperti indicator yang berguna untuk menunjukkan day and night bukan sebagai GMT function.



Sampai kepada satu piece yang selalu menjadi lirikan dari awal adalah berupa Rolex 5513 Gilt Dial. Sebagai salah satu grail Ditho dari awal mengoleksi jam dengan khas 2 liners dan Gilt nya, jam ini sebagai representasi Ditho dalam mengoleksi jam Rolex dimana sebelumnya Ditho menggunakan 5513 tetapi bukan di versi Gilt Dial. Sebagai jam dengan kondisi yang unik seperti akan kehadiran rivet bracelet dan big logo clasp, akhirnya saya mengerti kenapa Ditho memilih piece ini dibandingkan dengan Rolex lainnya.



Jika penasaran dengan piece apa yang dipilih oleh Ditho di pagi itu maka akhirnya Heuer 2447 N menjadi jawabannya. Kondisi yang excellent, fullset dan detail-detail yang minimalist namun sangat menarik menjadi pilihan Ditho untuk memilih jam ini. Jika dibandingkan dengan piece satu lagi maka dapat dirasa Heuer 1964 Re-issue memiliki looks yang lebih complex dibandingkan dengan 2447 N. Detail yang terasa lebih berat namun masing-masing piece memiliki keunggulan tersendiri jika disandingkan satu dengan lainnya. Tampil dengan DNA sama namun dalam detail yang sangat berbeda.



Satu piece yang saya rasa sangat pas ketika disandingkan dengan Ditho adalah berupa Rolex 16014 yang memiliki tampilan linen yang menarik. Pas ketika dikenakan di pergelangan tangan dan mempunyai fungsi quickset nya tersendiri. Tampilan Ditho juga dirasa unik ketika disandingkan dengan Rolex Submariner all gold yang dipadukan dengan vintage leather look. Tentunya semua piece yang dimiliki menjadi pilihan harian Ditho sesuai dengan penampilan yang dirasa pas. Namun salah satu piece yang tidak bisa saya lewatkan adalah berupa Patek Phillippe yang menjadi pemberian ayah ketika mereka hadir dan memenangkan salah satu case bersama. Jam ini dipersembahkan ayah sebagai perjalanan karir Ditho dan sebagai bentuk apresiasi dalam hal yang telah dijalankan.



Setiap piece, setiap look dan bentuk dapat dirasakan memiliki sebuah pilihan sendiri yang dapat mensupport kebutuhan dari karir Ditho. Line-up dari koleksi Ditho sendiri juga sudah sangat kuat dan menjadi sebuah panutan dalam perjalanan mengoleksi vintage pieces. Perjalanan @berdetik.co pun sudah selesai di pagi ini dengan pengalaman-pengalaman yang diharapkan dapat menjadi inspirasi kedepannya kepada setiap reader, salam Berdetik dan terima kasih atas waktunya @ditho_sitompoel!



Danny Aw - berdetik.co

Subscribe to mailing list