Collections journey of @watchunting

Updated: Jun 14, 2019

Genuine - Simple - Full of Knowledge, words to describe Ed aka @watchunting


Awal mula perbincangan di pagi hari dengan segelas kopi. Membahas tentang bagaimana sebuah jam tangan bisa memiliki makna dan arti yang sangat berbeda antara satu individu dengan individu lain. Perkenalkan Ed dari @watchunting, seorang kolektor jam tangan yang memulai perjalanannya dari 7 tahun lalu. Berpengalaman akan sebuah jam Seiko World Time 6217-7010 yang membuat dia jatuh cinta dengan dunia horologi. Perjalanan Ed di dalam dunia horologi juga diwarnai akan berbagai koleksi yang hadir dan pergi, namun pada pagi itu, Ed datang dan membawa beberapa koleksi yang memiliki nilai sentimental untuk diri dia.

Dimulai dari jam yang merupakan jam yang dipakai pada pernikahan Ed, menariknya JLC Grande Reverso Ultra Thin Duoface ini merupakan jam yang “diwariskan” dari salah satu temannya yang juga memakai jam ini sebagai jam wedding day. Bisa dikatakan Ed merupakan penerus kedua dan timbul lah “lelucon” yang menyatakan mungkin bisa jadi ada pasangan ketiga setelah ini ;). Menariknya ketika jam-jam yang dibawa Ed memiliki range pembuat atau vendor yang sangat beragam, Nomos menjadi salah satu jam yang dibawakan oleh Ed. Nomos Tangente DWB Germany mengingatkan kepada zaman nostalgia Ed ketika dia membeli jam ini sebagai couple watch untuk fiancé dia. Menemani perjalanan asmara Ed sampai kepada jenjang pernikahan, Nomos memiliki nilai sentimental tersendiri yang tidak dapat digantikan bagi diri Ed.



Jam lain yang hadir disini dan cukup mencuri perhatian adalah the ICON Camaro Heuer 7743. Ketika saya sendiri belum pernah melihat jam ini secara langsung, namun secara bentuk, design dan proporsi, menurut saya jam ini sangat layak untuk dijadikan sebagai salah satu “grail” di dunia horologi. Mengingat akan ukuran beserta detail-detail yang ada di dalamnya, jam ini mempunyai tempat tersendiri bagi saya.



Ketika mengagumi Heuer yang dibawa Ed pun mulai membawa cerita ke dimensi yang berbeda dimana Ed memiliki “sentimental value” yang sangat mendalam terhadap Seiko Presage SARX029 Urushi. Jam yang hadir dengan accent gold bertekstur beserta crescent moon di hand secondnya menggambarkan sebuah hari yang “gelap” dalam perjalanan Ed di dunia horologi. Jam yang bagi Ed hadir sebagai pengingat hari ditinggal Ayah, dimana sampai kepada hari tersebut Ed tidak pernah lepas dari jam ini selama 1 bulan. Jam yang selalu menjadi pengingat bagaimana perjalanan dapat sangat berubah setiap detik dalam hidup.

Sebagai pengingat bagaimana pentingnya kasih dan perhatian terhadap orang sekitar kita setiap saat.


Hadir juga Croton dalam koleksi @watchunting, dimana jam ini memiliki detail-detail yang jika diperhatikan mempunyai berbagai sisi yang sangat unik, dimulai dari bentuk, ukuran, detail hands beserta dial yang ketika diperhatikan maka kita akan merasakan jam ini mempunyai berbagai sisi yang tidak akan selesai dieksplor ketika kita memulainya. Setiap sisi dan lekukan mempunyai karakter sendiri yang menjadikan jam ini salah satu jam yang sering diminati di kalangan para kolektor. Ketika perberbincang dengan Ed berlangsung semakin lama, maka kita dapat merasakan bahwa dunia horologi itu dipenuhi dengan beragam hal yang sangat unik, dimulai ketika dari kepuasan untuk memiliki hal sesederhana kotak authentic dari koleksi tersebut ataupun sampai dengan sesederhana local series seperti yang dapat dilihat dari koleksi Seiko Crown Special full set dan Seiko 5 military dial JAPAN DOMESTIC MARKET kepunyaan Ed.



Perbincangan pun semakin larut dalam beberapa gelas kopi, akhirnya sampai kepada koleksi yang menurut saya sangat menarik perhatian saya sendiri. The Omega Speed Master 105.002-62, dimana secara pribadi saya sangat mengagumi jam speedy ini dengan karakter-karakter yang khas seperti DON bezer, applied logo, tear drop chrono hand, flat feet crown dan iconic pusher. Segala aspek dari speedy ini terasa begitu pas ketika diletakkan di pergelangan tangan yang dimana kita dapat mengerti secara sejarah dan bentuk, jam ini selalu memiliki nilai tersendiri bagi setiap individu.



Berlanjut kepada hobi lain daripada Ed, dimana dia mempunyai sebuah “keisengan” untuk membuat MOD seiko sesuai dengan spesifikasi yang dia mau, sampai kepada akhirnya hadirlah MOD Seiko dengan DLC construction dimana menurut Ed di zaman sekarang untuk membuat konstruksi seperti ini memerlukan “value” dan usaha yang sangat keras sehingga dari Ed dia merasa DLC ini menjadi salah satu khas MOD di koleksi dia.


Sampai juga kita kepada koleksi Ed, salah satu yang paling terakhir berupa day-date Rolex dengan tiger claw index yang merupakan salah satu ciri khas di feed Instagram @watchunting, dimana jam ini ternyata merupakan salah satu pemberian sahabat Ed ketika Ed akan menikah di awal tahun 2019 lalu. Pada akhirnya value dari day-date ini bukan hanya sekedar sebuah koleksi bagi dia, namun juga sebagai pengingat bagaimana pentingnya sebuah hubungan persahabatan yang dapat diwakilkan di dalam dunia horologi. Last but not least, the Bulova Marine Star yang kaya akan details yang sangat susah dideskripsikan dengan kata-kata. Setiap detail, guratan dan beserta sejarah yang terkandung di timepiece yang langka ini menjadikan jam ini layak untuk memiliki halaman tersendiri dalam pembahasan kedepannya. Hadir menjadi perjanjian antara Ed dengan teman yang “mewariskannya” kepada dia, jam ini sebagai perwakilan sebuah “loyalty” di antara para kolektor.



Sampai pada akhir kalimat, disimpulkan bahwa ketika kita dapat mengapresiasi waktu, maka momen beserta pengalaman dapat kita simpan ke dalam kapsul waktu di dalam koleksi kita. Bukan cuma hanya sebagai pengingat akan pentingnya apresiasi, tetapi bagaimana waktu merupakan nilai tersendiri yang dapat memberikan pesan dan kesan yang tidak tergantikan.

Pada akhirnya siang pun hadir dan pertemuan dengan Ed pun berakhir, mungkin cerita ini akan berlanjut lagi namun dengan dimensi yang berbeda. Akhir kata, terima kasih atas waktu dan perhatiannya, saya Danny meminta maaf jika terdapat kesalahan kata ataupun kalimat di dalam cerita ini. Jangan lupa tentunya untuk selalu mengikuti page dari @watchunting untuk koleksi beserta cerita unik dari Ed. Salam, berdetik.

Subscribe to mailing list